Tanjung Selor-Perhatikan pendidikan keagamaan di Kalimantan Utara (Kaltara), Gubernur Zainal A. Paliwang melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Haerumuddin hadiri pembukaan pelatihan da’i bertema Mahirkan Kader Dakwah untuk terwujudnya Kaltara yang Maju, dan Sejahtera.

“Dakwah bertujuan untuk mengeluarkan manusia dari kejahilan serta kesempitan dunia menuju maha luasnya akhirat. Ini tugas mulia yang menyeruh untuk menuju jalan Allah, keimanan, patuh kepada hukum, dan juga berbagai kebaikan lainnya,” ujar Haerumuddin saat membuka acara tersebut di Kampus Pesantren Hidayatullah, Kamis (14/10).

Ia meminta 100 peserta pelatihan dari lima kabupaten/kota di Kaltara untuk menegakan gaya hidup beragama di tengah masyarakat yang serba modern. Menurutnya, kemajuan teknologi menjadikan dakwah tidak hanya diterapkan dari mimbar ke mimbar, melainkan penyebarluasan melalui media sosial.

“Saya kira akhir-akhir ini ada kecenderungan masyarakat kita yang mulai menjauh dari agama, jadi saya ingatkan kepada peserta bahwa agama bukan simbol belaka. Saya harap dari pelatihan ini Kaltara dapat melahirkan da’i dan da’iyah yang siap dan mampu mengaplikasikan dakwahnya dalam kehidupan,” bebernya.

Selain Haerumuddin, Endi Haryono selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DWP) Hidayatullah Kaltara mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (17/10/2021) ini memang perlu adanya pembaruan agar pesan dalam dakwah dapat terserap di berbagai elemen masyarakat.

“Memang benar yang dikatakan Bapak Assisten tadi, dakwah tidah hanya dapat dilakukan dari mimbar ke mimbar. Dakwah juga bisa dilakukan secara digital, nanti peserta akan diajarkan cara dakwah yang baik mulai dari etika keagamaan serta menghormati adat istiadat masyarakat melalui sosial media,” bebernya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang mengutus Bapak Asisten III. Dalam sambutannya, beliau sangat mendukung program kami dalam dakwah. Semoga sinergi antara Pesantren Hidayatullah dengan Pemerintah Provinsi Kaltara terus terjalin,” pungkas Endi.

Sebagai penutup, ia menjelaskan luasnya wilayah di Kaltara memberikan tantangan tersendiri untuk menyebarluaskan dakwah. Selain itu, dakwah secara digital juga dilaksanakan demi mendukung program pemerintah untuk mengurangi kerumunan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.(saq/dkipkaltara)