Tanjung Selor, Memasuki bulan Juni 2020, Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Tanjung Selor) Kembali dalam kondisi inflasi sebesar 0,88 persen setelah bulan Mei terjadi deflasi -0,10 persen. Terjadinya inflasi lebih disebabkan oleh 9 (Sembilan) kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga sehingga kondisi inflasi di Kaltara tidak terbendung. Sementara itu Kota Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,99 persen dan Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,45 persen. Berikut adalah kelompok pengeluaran yang mempengaruhi terjadinya inflasi, pada urutan pertama ada kelompok transportasi dimana kelompok ini mengalami kenaikan dengan tingkat inflasi bulanannya mencapai 4,19 persen, disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau dimana tingkat inflasi bulanannya meningkat sebesar 1,17 persen, selanjutnya ada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan tingkat inflasi bulanan mencapai 0,54 persen, kemudian ada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan tingkat inflasi bulanan sedikit mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen, demikian pula dengan kelompok kesehatan terjadi peningkatan sebesar 0,29 persen sekalipun sedikit namun ikut mempengaruhi tingkat inflasi, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya juga mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen, demikian pula dengan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,02 persen, namun ada yang berbeda pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dimana kelompok ini terlihat tidak mengalami kenaikan dengan nilai yang tidak berubah yakni sebesar 0,00 persen, namun jika dibandingkan dengan indeks harga pada bulan Mei 2020 maka kelompok ini hanya naik sedikit yakni dengan IHK 97,25 pada bulan Mei 2020 dan IHK 97,26 pada bulan Juni 2020, terakhir ada kelompok pendidikan dimana nilainya tidak berubah dari bulan sebelumnya yakni IHK 105,99 atau sebesar 0,00 persen.
Sedangkan deflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,29 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,02 persen.(Bid. Statistik/els)
Sumber : BPS kaltara