Di akhir tahun 2020 Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) kembali mengalami inflasi sebesar 0,12 persen sama seperti bulan sebelumnya yakni November 2020 juga terjadi inflasi sebesar 0,09 persen. Demikian juga yang terjadi pada Kota Tarakan dimana jika pada Bulan November 2020 sempat mengalami deflasi -0,05 persen, namun pada Bulan Desember 2020, Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Inflasi juga kembali terjadi di Kota Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dan sedikit mengalami penurunan dari Bulan November 2020 dimana inflasinya sebesar 0,68 persen. Jika dilihat berdasarkan inflasi tahun kalender, Kaltara mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen, Kota Tarakan sebesar 1,15 persen dan Kota Tanjung Selor sebesar 1,96 persen. Untuk inflasi tahun ke tahun, Kaltara sedikit mengalami penurunan dari Bulan November 2020 dengan inflasi sebesar 1,92 persen, sementara Bulan Desember 2020 inflasinya hanya sebesar 1,32 persen. Demikian juga yang terjadi di Kota Tarakan jika sebelumnya yakni November 2020 sempat mengalami inflasi sebesar 2,03 persen, namun memasuki Bulan Desember inflasinya hanya sebesar 1,15 persen. Berbeda dengan Kota Tanjung Selor dimana jika pada Bulan November 2020 inflasi tahun ke tahun sebesar 1,51 persen, maka pada bulan Desember 2020 inflasi tahun ke tahun mengalami peningkatan sebesar 1,96 persen.
Inflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok Makanan Minuman dan Tembakau sebesar 1,03 persen, kemudian pada kelompok Informasi Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,53 persen, kelompok Perlengkapan Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok Pakaian dan Alas Kaki 0,06 persen, kelompok Perumahan Air Listrik dan Bahan Bakar Lainnya sebesar 0,03 persen, kemudian ada empat kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan dengan inflasi sebesar 0,00 persen yakni kelompok Kesehatan, kelompok Rekreasi Olahraga dan Budaya, kelompok Pendidikan dan kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok Transportasi sebesar -1,14 persen dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar -1,24 persen. (Bid.Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara