
//=$berita['post_title']?>
POLA DISTRIBUSI KOMODITAS
Tanjung Selor, Pola utama distribusi adalah pola distribusi penjualan berdasarkan presentase terbesar dari produsen hingga ke konsumen akhir, yang di asumsikan sebagai pola distribusi komoditas yang mewakili wilayah tersebut, misalnya dari produsen ke pedagang perantara dan berakhir di konsumen, namun demikian beberapa wilayah tidak dapat memenuhi komoditas yang diinginkan atau sebagian besar kebutuhan konsumsi suatu komoditas tidak terpenuhi sehingga harus mengimpor dari wilayah lain, dengan demikian pola distribusinya berubah misalnya seperti dari luar provinsi ke pedagang perantara dan berakhir ke konsumen.
Ada empat cakupan komoditas dari produsen ke konsumen berdasarkan presentase penjualan terbesar yakni beras, cabai merah, bawang merah dan daging ayam ras. Untuk beras jalur distribusinya adalah yang di mulai dari Luar Provinsi ke Distributor kemudian sampai ke Agen dan dari Agen dikirim ke Pedagang Eceran dan dari sinilah komoditas tersebut berakhir di konsumen. Untuk Cabai Merah berbeda dengan Beras di mana Cabai Merah berawal dari para Petani dan dikirimkan ke Pedagang Pengepul selanjutnya diedarkan ke Pedagang Eceran dan berakhir di konsumen. Selanjutnya Bawang Merah di awali dari Luar Provinsi yang masuk ke Pedagang Grosir dan diedarkan ke Pedagang Eceran dan akhirnya ke Konsumen. Kalau Daging Ayam Ras berawal dari Produsen kemudian dikirimkan ke Distributor dan diedarkan ke Pedagang Eceran dan berakhir di Konsumen. Pola distribusi terpanjang untuk empat komoditas tersebut adalah beras dengan 4 mata rantai. Adapun untuk komoditas Cabai Merah, Bawang Merah, dan Ayam Ras memiliki 3 mata rantai perdagangan. Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) untuk Beras sebesar 24,26, Cabai Merah sebesar 63,11, Bawang Merah sebesar 108,44, dan Ayam Ras sebesar 82,96.(Bid.Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara