Tanjung Selor – Resmi menjadi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang langsung bergerak menuju Tanjung Selor dengan menggunakan speedboat. Tiba di Pelabuhan VIP, Tanjung Selor, Kamis (18/2) pukul 08.30 WITA, Gubernur Zainal tiba di Tanjung Selor didampingi sang istri Rahmawati dan stakeholder Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltara.

Sebelumnya, Gubernur Zainal singgah semalam di Tarakan  untuk membahas pengembalian aset Pelabuhan SDF,  perikanan, dan penanganan Covid-19. Gubernur Zainal bersama istri dan rombongan menuju Pelabuhan Tengkayu dengan menumpang transportasi bus umum untuk berbaur bersama masyarakat Kaltara.

Setibanya di Pelabuhan VIP Tanjung Selor pukul 08.40, Gubernur Zainal beserta rombongan disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltara dan Ketua Adat Bulungan. Penyambutan ini menggunakan tradisi adat Bulungan Tepung Tawar serta diiringi musik adat Bulungan.

Setelah penyambutan, Gubernur Zainal beserta rombongan bertolak menuju Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Pembendaharaan Provinsi Kaltara untuk membahas penandatanganan komitmen bersama zona integritas wilayah bebas korupsi. Penandatanganan dilakukan oleh Sekda Provinsi Kaltara, Komandan Komando Resor Militer (Korem), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara.

Gubernur Zainal menyampaikan pesan dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar pejabat daerah tidak memiliki konflik kepentingan.

“Mana kala ada hal-hal melenceng mungkin bisa diingatkan, ditegur. Atau nanti dalam enam bulan sekali dilakukan supervisi maupun arahan-arahan kepada para satuan kerja di Kaltara,” ucap Gubernur Zainal.

Sebagai penutup, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa bangunan gedung harus menggunakan kearifan lokal, selain itu gunakanlah batik Kaltara. (saq)