Lembudud-Berada selama tiga hari di Krayan menggugah hati Ketua TP-PKK Kalimantan Utara (Kaltara) Rachmawati Zainal, tentang sajian hidangan yang disuguhkan untuknya bersama rombongan.

Usai membuka kegiatan pembinaan bagi TP-PKK Kecamatan Krayan Barat, Desa Lembudud, Rabu (17/11/2021) kemarin dan melihat hasil kerajinan produk lokal ia langsung diarahkan Ketua TP-PKK Krayan Barat, Ester, untuk menikmati sajian makan siang.

Didampingi Sumiati anggota TP-PKK Provinsi, Rachmawati diperkenalkan dengan menu tradisional yang disediakan. Salah satu sajian yang menarik perhatiannya adalah ketan yang dimasak dalam kantong semar. Tak hanya itu, nasi yang berasal dari beras Krayan yang berwarna juga menarik perhatiannya.

“Ini nasi yang berbagai macam warna. Ada merah, putih, hitam. Yang jelas ini benar-benar dari beras organik dan sehat. Rasanya pulen. Tidak seperti beras biasa, beras merahnya biasanya keras. Tapi yang ini rasanya seperti beras putih,” jelas Rachmawati.

Melihat sajian masakan, ia melihat masakan yang disajikan dominan sayur-sayuran. Ia mengamati, sajian yang disuguhkan saat berkunjung ke Krayan lebih banyak dari berbagai macam jenis sayur-sayuran. Seperti umbud kinangan, jamur/ keceb, dan sayur tengayen.

“Saya takjub ketika datang ke Krayan, begitu saya dijamu makan, jangan heran terdapat beberapa jenis sayur-sayuran, bukan ikan atau daging,” ungkapnya sambil memperkenalkan jenis makanan yang disediakan.

Nasi olahan beras krayan, salah satu hasil pertanian dari Krayan

Memperhatikan menu sajian yang dominan dari sayur-sayuran. Rachmawati memuji kesehatan masyarakat diperbatasan ini. Karena asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari kaya serat dan alami.

“Jadi kenapa orang Krayan itu sehat semua? Bayangkan, lauknya lebih banyak sayuran daripada ikan. Makanya kalau kita ke Krayan disuguhkan dalam satu menu ada lima jenis sayuran. Jadi itulah sebabnya kenapa orang Krayan sehat-sehat,” pujinya.

Ia juga menunjukkan nasi yang dibungkus dengan daun. Nasi yang biasa disebut penduduk lokal ‘luba laya’ atau nasi lembek ini bertekstur lembut menyerupai lontong ini berbau harum karena dibungkus dengan daun.

“Ayo ke Krayan. Kita akan melihat keunikan dari segi makanan dan adat budayanya,” tutup Rachmawati. (ahy/dkispkaltara)