TARAKAN – Hari ini sebanyak 52,4 ton rumput laut jenis Eucheuma Cottoni akan diekspor langsung dari Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Kota Ho Chi Minh Vietnam.

Hal ini ditandai dengan Peluncuran Ekspor Perdana Rumput Laut Dari Kaltara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltara bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan hasil Perikanan (BKIPM); dan Kantor pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tarakan TMP B, Sabtu (16/9).

Hadir mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Perekonomian dan pembangunan Dr. Bustan, SE., M.Si mengatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan motivasi dan dorongan bagi eksportir dan pembudidaya rumput laut.

Selain itu ia juga mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum kebangkitan ekspro produk kelautan dan perikanan khususnya rumput laut yang bernilai tambah dan berdaya saing ke pasar global.

Untuk diketahui, pada tahun 2021 hasil produksi rumput laut Kaltara mencapai 627.875,45 ton dan terdapat sebanyak 10.365 orang pembudidaya, sehingga Kaltara masuk menjadi salah satu dari lima daerah penghasil rumput laut terbesar nasional.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk menggenjot produksi rumput laut, apalagi kita sadari bersama bahwa komoditas rumput laut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” katanya, Pelabuhan Malundung Pelindo IV Kota Tarakan.

Ia juga menjelaskan, rumput laut jenis Eucheuma Cottoni adalah jenis yang dikenal dengan kualiatas baik di pasar global. Sebanyak 71,59 persen dari total ekspor produk rumput laut Indonesia dari jenis ini.

Ia juga mensyukuri dengan diluncurkan ekspor rumput laut langsung dari Provinsi Kaltara, akan menekan biaya dan memangkas jalur pemasaran.

“Sebelumnya salah salah satu permasalahan ekspor dari Kaltara adalah pengiriman belum dilakukan secara langsung. Harus melalui Surabaya dan Makassar. Ini menyebabkan tingginya biaya pengiriman dan waktu untuk menyalurkan rumput laut cukup lama,” imbuhnya.

Ia juga berharap kepada seluruh pihak terkait, baik dari petani rumput laut hingga pelaku eksportir untuk selalu menjaga kualitas komoditi sesuai dengan standart yang berlaku. Selain itu ia juga berharap kepada instansi terkait untuk se;a;u memberikan pembinaan dan bimbingan kepada para petani rumput laut untuk terus meningkatkan produksinya dari sisi kuantitas maupun kualitas.

“Saya percaya, dengan bersinergi dan berkolaborasi antara masyarakat dengan instansi pemerintah dan swasta, kita dapat memajukan sektor kelautan dan perikanan untuk mendukung transformasi ekonomi di Kaltara menuju Kaltara yang Berubah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.

CV. Delton adalah eksportir pertama yang mengekspor rumput laut Kaltara ke luar negeri yakni Vietnam dan diharapkan tidak hanya ke Vietnam, CV. Delton diminta BKIPM untuk meningkatkan perizinanya sehingga dapat menjangkau negara lainnya.

Hadir dalam peluncuran Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.KES, Kepala BKIPM Dr. Ir. H. Pamuji Lestari, M.Sc, Kepala Pusat Pengendalian Mutu, Kementerian Kelautan dan Perikanan Widodo Sumiyato, S.PI., MM, dan unsur Forkopimda. (dkisp)