TANJUNG SELOR-Keterbukaan informasi tentu sangat dibutuhkan dari berbagai kalangan masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara).

Tanpa terkecuali bagi mahasiswa asal Kaltara yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah asalnya hingga dapat mengetahui informasi terkait daerah asalnya.

Berkaca dari minimnya informasi dan kurang intensifnya berkomunikasi dengan pemimpin di Kaltara periode sebelumnya, Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bulungan Makassar (KPMKB-MKS), pada Kamis (6/5) bersilaturahmi dengan Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang.

“Selama ini mahasiswa asal Kaltara khususnya yang menempuh pendidikan di luar Kaltara sangat sulit mendapatkan informasi, terkait isu dan pembangunan apa saja yang ada di Kaltara,” ungkap Ketua KPMKB-MKS, Andi Rizky Alvian.

Dijelaskan Andi, kekurangan informasi yang diperoleh teman-teman mahasiswa di luar Kaltara, jika ada yang menggiringnya tentu akan menjadi kesalahpahaman.

Sehingga hal ini perlu disikapi lebih serius agar informasi yang kurang tepat itu tidak menjadi kesalahpahaman.

“Hal seperti ini harus kita jaga bersama, jangan sampai kurangnya informasi yang diterima dapat membuat kita terpecah belah,” terangnya.

Di Kaltara sendiri, Andi mengungkapkan, masih banyak informasi yang perlu dikembangkan lebih luas.

Hanya saja bagi kalangan mahasiswa, tentunya informasi yang sangat dibutuhkan terkait masalah penerimaan beasiswa yang ada di Provonsi Kaltara.

“Selain masalah beasiswa tentu informasi lainnya di Kaltara sangat penting bagi mahasiswa di luar Kaltara. Contoh masalah infrastruktur, sumber daya alam hingga kemajuan dan perkembangan yang ada di Kaltara,” beber Andi.

Andi memastikan, kebutuhan akan informasi khususnya masyarakat Kaltara sangat penting diperoleh. Mengapa demikian, karena sebagai masyarakat Kaltara yang baik perlu mengetahui perkembangan apa saja yang telah terjadi di Kaltara.

“Justru salah ketika ada informasi tapi tidak kita sampaikan, contohnya jika pemerintah lalai menjalankan tugasnya, di sinilah tugas kami untuk meningatkan agar pemerintah tetap menjalankan tugasnya dengan baik,” sebut Andi.

Pada dasarnya, diakui Andi, untuk mendapatkan informasi seputar Katara bukan perkara yang sulit.

Karena informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari Diskominfo Kaltara yang merupakan corong pemerintah daerah dalam meyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Sebenarnya kita sudah pernah bersurat kepada Diskominfo hanya saja tidak digubris, tapi tidak masalah dan mungkin kami juga yang salah karena kurangnya komunikasi, ke depan kami akan tetap berkunjung ke Diskominfo,” tegasnya.

Dengan adanya kunjungan silaturahmi ini, Andi berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara khususnya Gubernur Zainal dapat bersikap adil dalam menjalankan pembangunan di Kaltara, jujur dan ikhlas sesuai niat awalnya untuk membangun Kaltara.

“Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari Kaltara, kami berharap pembangun di Kaltara ini dapat lebih maju dan ditingkatkan, serta kami minta Gubernur Zainal dapat bersikap tegas,” pungkasnya. (mil/chai)