Tanjung Selor-Setelah mengalami inflasi pada Mei 2021 sebesar 1,07 persen, Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) di Bulan Juni 2021 justru mengalami deflasi sebesar -0,15 persen. Terjadinya deflasi sebagai akibat dari turunnya indeks pada kelompok  transportasi sebesar -1,01 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,16 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,07 persen; dan kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen.

Sedangkan inflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh; kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,34 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,00 persen.

Sementara itu Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,01 persen dan Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar -0,18 persen.

Berbeda dengan inflasi tahun kalender dimana Kaltara mengalami inflasi sebesar 0,84 persen; Kota Tarakan juga demikian terjadi inflasi sebesar 0,69 persen; dan Tanjung Selor inflasi sebesar 1,42 persen.

Selanjutnya jika dilihat berdasarkan inflasi tahun ke tahun maka Kaltara juga mengalami inflasi sebesar 1,69 persen; Kota Tarakan inflasi sebesar 1,73 persen; dan  Tanjung Selor sebesar 1,58 persen. (Bid.Statistik/els)

Sumber : BPS Kaltara