Tanjung Selor, Indeks Pembangunan Manusia merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM juga merupakan salah satu indikator target pembangunan pemerintah dalam pembahasan asumsi makro di DPR-RI serta digunakan sebagai salah satu alokator dalam penentuan Dana
Alokasi Umum (DAU). Level IPM Kalimantan Utara pada tahun 2020 mencapai 70,63. Dengan capaian ini pembangunan manusia Kalimantan Utara berstatus tinggi, hal ini dipengaruhi oleh Kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat Kalimantan Utara mengalami peningkatan, dimana untuk Umur Harapan Hidup (UHH) di tahun 2020 tumbuh 0,07 persen, demikian pula dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) tahun 2020 tumbuh 0,70 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami penurunan 6,28 persen. Untuk kondisi IPM tahun 2020 di lima kabupaten/kota di Kaltara tiga di antaranya termasuk dalam status tinggi dan dua lainnya termasuk dalam status sedang. Kota Tarakan merupakan merupakan kota dengan IPM tertinggi yakni mencapai level 75,83. Kedua ada Kabupaten Bulungan dengan IPM mencapai 71,10. Malinau IPM mencapai 71,94. Tana Tidung mencapai 66,97 dan Nunukan IPM mencapai 65,79. Namun jika di bandingkan dengan kondisi IPM tahun 2019 terhadap tahun 2020 maka penurunan IPM tertinggi justru terjadi pada Kabupaten Tana Tidung yakni -1,20 persen. (Bid. Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara