TARAKAN-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum bergerak cepat atas musibah tanah longsor yang terjadi di Kota Tarakan, pada Kamis dini hari tadi.

Didampingi staf serta sejumlah pimpinan instansi terkait di lingkungan Pemprov dan Pemkot Tarakan, Gubernur meninjau lokasi musibah itu yang berada di RT 20 Jalan Cendana Kelurahan Sebengkok Kecamatan Tarakan Tengah, Kamis (5/8/2021).

Musibah tanah longsor yang kerap terjadi di Tarakan saat hujan deras melanda Bumi Paguntaka, sebutan Kota Tarakan, menaruh catatan penting bagi Gubernur. Apalagi musibah alam ini tidak hanya mengalami kerugian materil, acapkali mengakibatkan satu bahkan lebih menghilangkan nyawa anggota keluarga korban.

Seperti yang terjadi di RT 20 tersebut, salah satu keluarga korban atas nama Supriadi (21) meninggal akibat tertimbun tanah longsoran.

Gubernur berharap musibah ini tak terulang lagi. Dengan catatan warga lebih memperhatikan lokasi tempat tinggal sebelum dibangun.

“Untuk daerah yang rawan longsor saya berharap agar selalu dikontrol oleh OPD dan instansi-instansi terkait, karena bukit yang ada di Tarakan ini konturnya berpasir,” ujar Gubernur di sela kunjungannya.

Selain itu, Gubernur juga mengharapkan Pemkot Tarakan melarang warga membangun permukiman yang bukan di atas tanah milik, hutan kota serta tanah yang berada di bukit gunung.

Lanjut dia, apabila tidak dikontrol maka sulit diketahui di mana letak masyarakat membangun dan apakah sudah berada di posisi yang benar. “Bila masyarakat mendapat izin membangun, pastinya mendapat pengawasan dari pemerintah,” ucapnya.

Usai menyempatkan waktu menyusuri rumah yang tertimpa longsor, Gubernur melanjutkan kunjungannya ke rumah keluarga korban musibah longsor di RT 09 Kelurahan Selumit.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyerahkan bantuan dana secara tunai kepada keluarga korban longsor yang menimpa keluarga Sabran tersebut.

“Setiap ada masyarakat yang tertimpa musibah, kita selalu upayakan memberikan bantuan,” pungkas Gubernur. (adpim)