Tanjung Selor – Sehubungan dengan pembangunan sarana dan infrastruktur di sektor pertanian dan perkebunan, Dewan Adat Dayak (DAD) melakukan audiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Audiensi tersebut dilakukan di Ruang Rapat Gubernur pada Selasa, (12/10).

Dalam audiensi ini, Ketua DAD Jhonny Laing Impang menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami oleh masyarakat Dayak khususnya dalam sektor pertanian dan perkebunan. Tokoh adat Dayak, Martin Labo juga mengharapkan perhatian Gubernur terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya yang bekerja di sektor pertanian.

“Saya tidak punya data lengkap, tetapi kalau mengambil contoh, di Kabupaten Malinau itu 60 persen dari penduduknya itu adalah petani, dan mereka itu termasuk ke dalam kelompok masyarakat yang pendapatannya sangat rendah,” paparnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Menurutnya, kelompok masyarakat ini harus diberikan perhatian khusus, dikarenakan perubahan yang sangat cepat selama beberapa tahun ini membuat kelompok ini rentan untuk terpinggirkan. DAD berharap bahwa petani porang dapat diberdayakan dan pemerintah dapat memberikan bantuan berupa bibit dan pengolahan lahan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang mengatakan bahwa dirinya dan Wagub berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Hanya saja anggaran yang terbatas menyebabkan terhambatnya pembangunan di bidang pertanian.

Kabar baiknya, Gubernur dan Wakil Gubernur telah meneruskan masukan dan usulan pihak DAD sebelumnya ke Menteri Pertanian.

“Kami (Gubernur dan Wakil Gubernur, red) sudah melampirkan beberapa rencana kegiatan di Kaltara ini, dan juga masalah pertanian dan perkebunan,” ungkap Zainal.

Ketakutan DAD terhadap kelompok masyarakat yang akan terpinggirkan juga secara tegas ditampik oleh Zainal. Ia mengatakan bahwa dirinya dan juga wakilnya tidak akan acuh terhadap kesejahteraan masyarakat Kaltara. Justru ia berusaha untuk memajukan serta mensejahterakan masyarakat.

“Mudah-mudahan di tahun depan anggaran daerah kita bisa genjot, bisa lebih baik daripada tahun ini, karena masih banyak potensi alam kita yang belum terkelola secara maksimal dan profesional,” harapnya. (gg/dkispkaltara)