Bandung – Salah satu fokus utama dalam mewujudkan visi dan misi Kalimantan Utara (Kaltara) adalah membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltara. Sebagai aksi nyata akan hal tersebut, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Selasa (23/11).

Bertempat di Gedung II Kampus Universitas Padjadjaran, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) dalam proses penandatanganan ini.

Gubernur Zainal dalam sambutannya menjelaskan bahwa kerja sama ini dijalin dalam rangka dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Kaltara.

“Dengan ditanda tanganinya MoU ini, merupakan bentuk komitmen Pemprov Kaltara dalam meningkatkan pembangunan SDM yang cerdas, kreatif, inovatif, produktif, dan berdaya saing sesuai dengan visi dan misi Kaltara,” ucapnya.

Zainal berharap kerja sama ini dapat menunjang pembangunan Kaltara khususnya dalam pengolahan SDA serta peningkatan kualitas SDM yang siap pakai.

“Kaltara memiliki banyak sekali potensi, mulai dari potensi green energy, pertanian, perikanan, dan potensi lainnya yang tentu membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Rektor Unpad, Rina Indiastuti, juga memberikan respon positif terhadap kerjasama ini. Pihaknya pun berkomitmen untuk membantu Pemprov Kaltara dalam pengolahan SDA khususnya bidang kelautan dan perikanan.

“Dengan memanfaatkan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) yang kami (Unpad) miliki, harapannya dapat membantu Kaltara meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasis pengolahan SDA sehingga membawa dampak yang baik bagi kesejaheraan masyarakat Kaltara,” tuturnya.

Disamping itu, hadir pula PT Energi Nusa Mandiri (ENM) selaku induk perusahaan dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), perusahaan tambang yang beroperasi di Kaltara. Direktur PT ENM, Tri Suprajeni, menegaskan bahwa pihaknya turut mendukung program pembangunan Kaltara.

“Daerah bekas pertambangan, nantinya akan disulap menjadi area pusat pendidikan, pariwisata serta area pertanian, peternakan, dan perikanan agar dapat menjadi nilai tambah secara ekonomi,” jelasnya.

Dengan begitu, dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat serta mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kaltara, pungkasnya menutup sambutan. (el.r/gg/dksipkaltara)