Tanjung Selor, Ternyata kelompok barang non migas di sektor tambang yang membuat ekspor komoditi Kalimantan Utara meningkat hingga 5,76 persen. Sementara kelompok barang non migas lainnya seperti hasil industri dan pertanian hanya sebesar 12,40 persen dan 1,83 persen saja. Peningkatan ekspor hasil komoditi ini berdasarkan peran terhadap total ekspor Kaltara dari Januari 2020 hingga Maret 2020, dimana pada sektor tambang nilai Free On Boart (FOB)-nya sebesar US$ 92,91 Juta dibandingkan pada bulan sebelumnya yakni Februari 2020 yang hanya mencapai US$ 80,90, Juta, Sementara dua kelompok non migas lainnya yakni pada sektor industri dan sektor pertanian justru mengalami penurunan ekspor terhadap Februari 2020 dimana pada sektor industri FOB-nya sebesar US$ 10,85 Juta sementara Februari 2020 justru lebih tinggi US$ 17,00 Juta, demikian pula dengan sektor pertanian nilai FOB-nya sebesar US$ 1,08 Juta dan pada bulan Februari 2020 lebih tinggi US$ 1,23 Juta. Namun secara umum kelompok barang non migas ini mengalami kenaikan sebesar US$ 104,84 Juta dibandingkan dengan kondisi pada bulan Februari 2020 yang hanya mencapai US$ 99,13 Juta. Dimana nilai FOB kelompok barang non migas pada periode Januari 2020 hingga Maret 2020 meningkat sebesar US$ 289,48 Juta dibandingkan dengan periode Januari 2019 hingga Maret 2019 hanya pada posisi US$ 255,07 Juta.
Untuk total ekspor komoditi melalui pelabuhan di Kaltara pada Bulan Maret 2020 mencapai US$ 104,84 juta, mengalami peningkatan sebesar 5,76 persen dibanding kondisi Februari 2020 yang mencapai US$ 99,13 juta. Nilai ekspor periode Januari-Maret 2020 mencapai US$ 289,48 juta atau naik sebesar 13,49 persen dibanding bulan Januari-Maret di tahun 2019. Peningkatan ekspor Maret 2020 dibandingkan dengan Februari 2020 disebabkan oleh meningkatnya ekspor kelompok barang non migas di sektor tambang sebesar 14,86 persen.(Bid.Statistik/els)
(Sumber : BPS Prov. Kaltara)