Tarakan- Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan sekaligus diskusi mengenai destinasi wisata unggulan Kota Tarakan dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan, Kamis (9/9/2021).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Disbudporapar Tarakan Agustina, Sekertaris Disbudporapar Kustriansyah, Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara Fakhrur Razi, Kepala Seksi Analisa Pasar Strategi dan Komunikasi Handayani, serta jajaran lainnya ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai Empat Disbudporapar Gedung Gabungan Dinas Kota Tarakan.

Diskusi tersebut bertujuan untuk memajukan, memasarkan, dan menyebarluaskan informasi untuk perkembangan destinasi wisata di Kota Tarakan yang dirasa memiliki potensi besar sebagai strategi pemasaran objek wisata. Dalam hal pemasaran, Dinas Pariwisata Kaltara meminta bantuan dengan Disbudporapar mengenai adanya kerja sama organisasi-organisasi yang terlibat untuk membantu berkembangnya destinasi wisata khususnya di kota Tarakan.

“Kunci dari perkembangan objek wisata ini adalah pemasaran, harus kita pikirkan
bagaimana pemasarannya, ini jika dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara diam maka kita hanya jalan di tempat,” ujar Fakhrul Razi.

“Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara juga tidak bisa tanpa ada bantuan dari dinas yang ada di kabupaten/kota sehingga harus saling membantu” tambahnya.

Fakhrul Razi juga menyebutkan bahwa saat ini kendala sumber daya adalah salah satu hal yang kurang mendukung Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara dalam melakukan pemasaran destinasi wisata ini.

Selain itu, Agustina menjelaskan bahwa target dari pemasaran destinasi wisata ini adalah kaum milenial. Hal ini kerena kaum muda lebih mahir dalam menggunakan media sosial dan smartphone, sehingga dapat selalu update mengenai teknologi.

Ia berharap dengan adanya diskusi ini perkembangan destinasi wisata yang beradada di Kota Tarakan dapat berkembang ke taraf nasional hingga internasional untuk dapat menumbuhkan perkembangan ekonomi di Bumi Paguntaka ini.(yan/dkispkaltara)