TARAKAN – Potensi yang dimiliki Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih sangat menjanjikan. Tidak hanya di bidang perikanan dan energi baru terbarukan, namun dari segi pertanian dan perkebunan juga masih menjanjikan untuk dikelola dengan baik, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Kaltara.

Salah satu komoditi di bidang pertanian yang kini mulai dikembangkan di Kaltara yakni tanaman porang. Untuk diketahui, porang adalah tumbuhan jenis umbi-umbian yang dapat di ekspor ke Jepang, Vietnam dan China sehingga memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan.

Kini, tumbuhan dengan nama latin Amorphophallus Muelleri itu mulai populer di tengan kalangan petani, termasuk di provinsi termuda di Indonesia ini. Di Kaltara sendiri, tanaman porang sudah mulai dibudidayakan di Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.

Tidak hanya itu, di Bulungan sendiri diketahui telah ada budidaya bibit porang yang dapat memenuhi kebutuhan bibit, untuk para petani porang yang tersebar di beberapa daerah di provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Berdasarkan data yang ada, harga jual porang saat ini berkisar Rp 5 sampai 7 ribu perkilogramnya (kg). Umbi-umbian ini, dapat dijadikan tepung porang (konjac powder) sebagai bahan baku makanan diet berupa beras shirataki, mie shirataki dan tahu shirataki.

Disamping itu, porang juga dapat menggantikan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan jelly. Sebab, tekstur tepung porang mirip seperti jelly atau mengental jika terken air, dengan kandungan viskositas yang tinggi.

Sebagaimana diketahui, untuk membudidayakan porang tidaklah sulit lantaran tumbuhan ini dapat hidup pada segala jenis tanah di ketinggian 0-700 meter di atas permukaan laut (MDPL), serta memungkinkan hidup di lahan hutan di bawah naungan tegak tanaman lain.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum menyatakan ketertarikan dengan mendukung adanya pertanian dan perkebunan porang di Kaltara.

“Apa yang disampaikan, nanti akan saya sampaikan kepada Menteri Pertanian, termaksud rekanan modal untuk membuat pabrik porang. Aapalagi, saat ini BUMN dari China sudah banyak melirik Kaltara,” kata Gubernur, Kamis (14/10/2021).

Oleh karena itu, Gubernur menginginakan, apa yang dipaparkan oleh PT Indomaju Pratama Sejahtera (Impas) Kaltara ini dapat diseriusi dengan membuat tim dan mengatur jadwa rancangan kerja, dalam kurun waktu tiga bulan, serat membuat kelompok taninya.

“Setelah semua sudah siap akan kita sampaikan ke Menteri Pertanian, begitu juga kelompok tani atau himpunan porang kita harapkan bisa dilantik langsung oleh menteri,” bebernya.

Diakui Gubernur, saat ini budidaya porang memang sedang digandrungi para petani di Kaltara dan sudah ada budidaya bibit porang di Bulungan. Hal ini, tentu bisa dijadiakan dasar dan dipelajari dengan baik untuk disampaikan kepada Menteri Pertanian.

“Nanti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan berkoordinasi dengan setiap daerah di Kaltara, untuk segera memetakan lahan yang tidak aktif untuk dijadikan lahan perkebunan porang,” tegasnya.

Dengan potensi yang menjanjikan itu, Gubernur berharap, masyarakat Kaltara dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Begitu juga dengan tim yang ingin membudidayakan tanaman porang dapat bekerja dengan cepat.

“Kita harus bisa bergerak cepat dan berlari agar dapat menyejahterahkan masyarakat, karena saya tidak mau melihat masyarakat Kaltara ada yang kesusahan atau miskin, di tengah potensi sumber daya alam (SDA) Kaltara yang sangat besar,” harapnya. (Adpim)