Tanjung Selor, Ternyata yang paling dominan membuat kondisi Kalimantan Utara mengalami deflasi pada bulan Mei 2020 adalah terjadinya penurunan Indeks Harga Konsumen pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,50 persen, sementara ada juga kelompok lain namun tidak berpengaruh secara signifikan, kelompok tersebut adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,00 persen.
Adapun lima andil deflasi yang paling dominan pada kelompok makanan, minuman dan tembakau adalah pertama komoditi Bayam sebesar -0,1401, kedua ada Kangkung -0,1126, ketiga Ikan Bandeng -0,0650, keempat Cabai Rawit -0,0398, dan kelima Telur Ayam Ras -0,0290.
Sementara andil deflasi paling dominan untuk Kota Tarakan terdapat pada komoditi Bayam sebesar -0,1757, Kangkung sebesar -0,1412, Ikan Bandeng sebesar -0,0842, Daging Ayam Ras sebesar, -0,0464, dan Telur Ayam Ras sebesar -0,0284. Untuk Kota Tanjung Selor deflasi yang terjadi ada pada komoditi Cabai Rawit sebesar -0,1276, Telur Ayam Ras sebesar -0,0311, Ikan Tongkol sebesar -0,0150, Minyak Goreng sebesar -0,0148 dan terakhir ada Air Kemasan sebesar -0,0118.
Sementara lima andil inflasi yang paling dominan terjadi pada jenis komoditi pertama adalah Bawang Merah 0,0756, kedua Udang Basah 0,0617, ketiga Tomat 0,0351, keempat ada Obat Dengan Resep 0,0174, dan kelima Kol Putih/Kubis 0,0170. Namun jika dilihat secara umum Tanjung Selor justru mengalami inflasi karena didukung oleh beberapa kelompok lain yang lebih dominan mempengaruhi terjadinya kenaikan Indeks Harga Konsumen, kelompok tersebut adalah Makanan Minuman dan Tembakau sebesar 1,19 persen, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 1,18 persen, Rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,62 persen, Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,57 persen, Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Peralatan Rumah Tangga sebesar 0,31 persen. (Bid.Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara