Tanjung Selor- Maksimalkan bibit unggul milenial Kalimantan Utara (Kaltara), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kaltara dan SMK Negeri 1 Tanjung Selor melalui kegiatan pengembangan desain teknologi.

Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk Bimbingan Teknis Wira Usaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah Bordir Tingkat Lanjutan ini berlangsung di Ruang Tata Busana SMK Negeri 1 Tanjung Selor pada Jumat, (25/6).

Kepala Bidang Industri Disperindakop Rahmatia menjelaskan bahwa kegiatan akan dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Utara, Rachmawati Zainal. 

Pelatihan tersebut akan berlangsung secara luring dengan menghadirkan pengajar asal Pusat Pelatihan Garmen Bandung untuk memantapkan pengetahuan peserta wira usaha baru.

“Kegiatan yang kita lakukan ini adalah pelatihan membordir dan desain dengan menggunakan teknologi, jadi bukan manual lagi karena desainnya akan menggunakan komputer. Pesertanya terdiri dari kaum milenial lulusan SMK Negeri 1 yang sangat berpotensi,” ujarnya.

Ia merangkan bahwa kegiatan yang diarahkan langsung oleh Rachmawati ini, merupakan salah satu cara meningkatkan perekonomian keluarga dengan membuka peluang kerja.

“Ibu Gubernur (Rachmawati, red) ingin adanya usaha khusus membordir, karena selama ini warga Kaltara hanya pesan dari Jawa karena kita tidak punya. Ini alasan kenapa kita bentuk WUB yang dapat membordir agar Kaltara tidak terus bergantung dengan daerah lain, kita punya banyak potensi,” bebernya lagi.

Salah satu tenaga pengajar di SMK Negeri 1 Tanjung Selor Zainab mengaku bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan merasa mendapatkan perhatian pemerintah melalui kerja sama pada kegiatan bimbingan teknik tersebut.

“Selama ini kami meluluskan siswa-siswi jurusan Tata Busana dengan kemampuan menjahit saja. Oleh karena itu, adanya kegiatan ini kami memiliki semangat dari perhatian yang diberikan. Anak-anak kami pun sangat tertarik, mereka jadi merasa bangga ke luar dengan lulusan Tata Busana,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini terdiri dari 10 lulusan jurusan Tata Busana SMKN 1 Tanjung Selor, 4 orang tenaga pengajar, serta 1 orang lainnya dari usaha industri.

Besar harapannya ke depan SMKN 1 Tanjung Selor dapat melahirkan bibit-bibit unggul serta daoat terlibat langsung membantu pemerintah Kaltara dalam meningkatkan perekonomian.

Di sisi lain, Vina Valentin Alviani yang menjadi peserta pada bimbingan teknis tersebut mengaku bahwa dirinya sebagai salah satu lulusan SMKN 1 Tanjung Selor merasa sangat tertarik dan terbantu untuk meningkatkan kemampuannya dalam menjalan usaha.

“Saya membuka usaha jahit di rumah bersama dengan rekan lainnya, kegiatan ini memang sangat membantu. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini ada terus, saya harap perindustrian di Kaltara bisa terus maju,” pungkasnya.(saq/dkispkaltara)