Tanjung Selor, “Lewat radio, aku sampaikan kerinduan yang lama terpendam….”-Sheila On 7 (Radio) . Radio sudah lama menemani kehidupan kita mulai dari masa anak-anak, kirim-kirim salam, nembak gebetan, request lagu galau, ikut sesi curhat dan banyak lagi acara-acara menarik lainnya. Sampai saat ini pun radio masih eksis dan tetap di nanti para pendengar setianya.
Taukah kalian kalau ternyata radio sudah ada sebelum Indonesia merdeka lho. Perkembangan radio di Indonesia diawali dengan terbentuknya Batavia Radio Vereniging (BRV) tahun 1925. Berlanjut sampai dengan masa akhir penjajahan Jepang, yang di tandai dengan Bom Hiroshima dan Nagasaki, hal ini menjadi momen berakhirnya kekuasaan Jepang atas Indonesia. Berkat informasi dari radio, bangsa Indonesia dapat merealisasikan kemerdekaannya. Sebulan kemudian Radio Republik Indonesia (RRI) terbentuk tepatnya pada 11 September 1945.
Dikaltara sendiri radio banyak mengudara di setiap Kab/Kota. Tarakan menjadi daerah di Kaltara dengan jumlah radio terbanyak, disusul Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Tanjung Selor RRI telah hadir di kaltara, untuk Bulungan baru RRI stasiun relay dilansir dari (bulungan.go.id) ada rencana pembentukan RRI Bulungan dan diharapkan sampai tingkatan stasiun produksi sehingga dapat memproduksi siaran sendiri. (yes)