Tanjung Selor, Kamis (13/06).Terdapat sepuluh jenis barang dan jasa penyumbang inflasi tertinggi di Kalimantan Utara khususnya kota Tarakan. Seperti yang kita ketahui bahwa inflasi yang terjadi pada bulan Mei 2019 mencapai 0,77 persen. Pergerakan harga dari waktu ke waktu dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga menjadi tolak ukur tingkat perubahan harga pada tingkat konsumen. Dikutip dari berita resmi BPS Kaltara, bahwa sepuluh (10) jenis barang/jasa yang tertinggi penyumbang utama inflasi pada bulan Mei 2019 terdapat pada angkutan udara yaitu sebesar 0,4300 persen. Diikuti oleh cabai rawit sebesar 0,0987 persen, kangkung sebesar 0,0765 persen, bandeng/bolu sebesar 0,0637 persen dan papan sebesar 0,0425 persen. Selanjudnya telur ayam ras sebesar 0,0361 persen, tomat sayur 0,0339 persen, obat dengan resep sebesar 0,0326 persen, bayam sebesar 0,0301 persen, dan bawang merah sebesar 0,0292 persen. Pada bulan Mei 2019 Provinsi Kalimantan Utara khususnya Kota Tarakan untuk perkembangan inflasi non angkutan udara sebesar 0,34 persen. Sedangkan pada tiga bulan sebelumnya yaitu bulan April 2019 juga mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, sementara pada bulan Maret 2019 terjadi deflasi sebesar -0,18 persen dan bulan Februari 2019 juga deflasi sebesar -0,66 persen.

Terjadi pergerakan inflasi dan deflasi untuk non angkutan udara dalam tiga bulan terakhir yakni pada bulan Februari 2019 terjadi deflasi sebesar -0,6580 persen, dibulan Maret 2019 masih terjadi deflasi sebesar -0,1795 persen, dan pergerakan inflasi terjadi pada bulan April 2019 sebesar 0,4954 persen, kemudian inflasi meningkat saat memasuki bulan Mei 2019 sebesar 0,3400 persen.

Jika dilihat dari perbandingan antar kota di pulau Kalimantan maka tingkat inflasi kota Tarakan ada pada urutan ke lima yakni sebesar 0,77 persen, dan masih lebih tinggi dibanding Kota Balikapan yang berada pada posisi keenam yakni sebesar 0,75 persen.  Pada urutan pertama inflasi tertinggi adalah kota Sampit sebesar 1,01 persen, disusul kota Tanjung sebesar 0,98 persen yang berada pada urutan kedua, kemudian urutan ketiga adalah kota Singkawang sebesar 0,91 persen. Selanjutnya kota Banjarmasin sebesar 0,90 persen. Kota Pontianak ada pada urutan ketujuh yakni sebesar 0,56 persen disusul Palangkaraya sebesar 0,55 persen dan urutan terakhir adalah kota Samarinda yakni sebesar 0,42 persen.(Bid. Statistik)

Sumber: Berita Resmi BPS Kaltara