Tanjung Selor, Rumah tangga perikanan tangkap atau rumah tangga perikanan budidaya adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan penangkapan dan atau budidaya ikan atau binatang  lainnya termasuk tanaman air dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual. Sejak tahun 2013 hingga 2019 rumah tangga perikanan baik perikanan laut maupun perikanan darat di Provinsi Kaltara menunjukan adanya perubahan mengenai jumlah rumah tangga perikanan menurut sub sektor perikanan dan kabupaten/kota se Kalimantan Utara. Pada tahun 2013 jumlah rumah tangga perikanan tangkap kota Tarakan merupakan kota yang paling banyak memiliki rumah tangga perikanan tangkap dengan jumlah 2,262 RTP, sementara pada urutan kedua ada Kabupaten Bulungan dengan total 1,869 RTP disusul Nunukan dengan jumlah 1,766 RTP. Kemudian ada Tanah Tidung dengan jumlah 327 RTP, sementara untuk Kabupaten Malinau belum memiliki rumah tangga perikanan tangkap, karena tidak memiliki wilayah laut. Pada tahun 2014 terjadi peningkatan yang cukup signifikan khsususnya untuk Kabupaten Bulungan, dimana jumlah rumah tangga perikanan tangkap meningkat tajam menjadi 2,345 RTP sementara untuk Tarakan, Nunukan, Tanah Tidung dan Malinau tidak mengalami perubahan. Namun di tahun 2015 justru terjadi perubahan jumlah rumah tangga perikanan tangkap di beberapa kabupaten/kota kecuali Bulungan dan Malinau. Tarakan aja jumlahnya berubah menjadi 2,553 RTP, Nunukan menjadi 1,931 RTP dan Tanah Tidung 267 RTP. Kemudian di tahun 2016 jumlah rumah tangga perikanan tangkap kembali mengalami perubahan, dimana Tarakan sebelumnya berjumlah 2,553 RTP mengalami perubahan penurunan yang cukup drastis dengan alasan yang belum dapat diketahui menjadi hanya 872 RTP saja. Bulungan juga mengalami perubahan penurunan menjadi 2,296 RTP, Tanah Tidung menjadi 213 RTP. Berbeda dengan Nunukan justru terjadi perubahan peningkatan yang sebelumnya hanya 1,931 RTP menjadi 2,050 RTP. Pada tahun 2017 jumlah rumah tangga perikanan tangkap untuk kota Tarakan kembali terjadi lonjakan yang cukup tinggi jumlahnya dimana tahun sebelumnya hanya berjumlah 872 RTP menjadi 4,386 RTP, Bulungan juga mengalami peningkatan dimana tahun sebelumnya hanya berjumlah 2,296 RTP menjadi 2,905 RTP ditahun 2017. Demikian juga Nunukan meningkat menjadi 2,117 RTP, dan Tanah Tidung menjadi 326 RTP. Kemudian pada tahun 2018 Tarakan dan Nunukan tidak mengalami perubahan jumlah RTP namun untuk kabupaten lainnya ada perubahan namun tidak terlalu jauh seperti Bulungan yang sebelumnya berjumlah 2,905 RTP turun menjadi 2,836 RTP. Tanah Tidung juga mengalami penurunan jumlah RTP dimana sebelumnya berjumlah 326 RTP menjadi 307 RTP.(Bid/statistik/els)

Sumber : BPS Kaltara dan Sidaracantik.kaltaraprov.go.id