Tanjung Selor, Pada triwulan ke IV tahun 2019 quartal to quartal (q to q), pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar Sedang (IBS) Provinsi Kalimantan Utara mengalami peningkatan sebesar 18,38 persen dibandingkan dengan pertumbuhan produksi IBS pada triwulan ke III tahun 2019. Hal ini lebih disebabkan oleh adanya peningkatan produksi makanan dengan besarannya mencapai 30,21 persen (q to q) dan penurunan produksi industri kayu, barang dari kayu, anyaman dan rotan sebesar -3,88 persen (q to q). Untuk pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang berdasarkan tahun ke tahun (y on y) pada triwulan ke IV tahun 2019 mengalami penurunan sebesar -0,37 persen dibandingkan dengan pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang di triwulan IV tahun 2018. Penurunan ini lebih dikarenakan adanya penurunan produksi di industri makanan sebesar -2,75 persen. Sehingga terjadi perbedaan arah pertumbuhan antara pertumbuhan  (y on y) dengan triwulan ke triwulan atau quartal to quartal (q to q). Sementara pertumbuhan produksi industri kayu, barang dari kayu dan anyaman rotan tahun ke tahun (y on y) mengalami peningkatan sebesar 0,59 persen. Untuk diketahui bahwa IBS adalah kelompok kegiatan industri yang mempunyai jumlah tenaga kerja sebanyak 20 orang atau lebih. Sementara industri besar adalah industri yang memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih. Bentuk perusahaan industri besar adalah memiliki badan hukum. Sedangkan industri sedang adalah kegiatan industri yang mempunyai tenaga kerja antara 20 hingga 99 orang. Perusahaan/badan usaha yang masuk kategori IBS di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2018 sebanyak 25 perusahaan dengan berbagai jenis dan klasifikasi.(Bid.Statistik/els)

Sumber : BPS Kaltara