Tanjung Selor, Melihat perkembangan jumlah arus penumpang dan muat barang baik yang datang maupun yang berangkat melalui pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Desember 2019 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yakni Nopember 2019. Untuk arus penumpang baik yang datang maupun yang berangkat lebih disebabkan kondisi pada bulan Desember merupakan akhir tahun dan ada libur pada hari hari tertentu terutama libur Natal dan Tahun Baru. Untuk penumpang angkutan laut yang berangkat pada bulan Desember 2019 sebanyak 30.493 orang atau naik 60,38 persen dibandingkan bulan November 2019 yang tercatat hanya sebanyak 19.013 orang. Demikian pula dengan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang datang pada bulan Desember 2019 mengalami peningkatan sebesar 10,83 persen atau sebanyak 18.597 orang dibandingkan dengan keadaan pada bulan November 2019 yang tercatat hanya sebanyak 16.780 orang. Berbeda dengan jumlah angkutan barang pada arus transportasi kapal laut dimana jumlah barang yang dimuat pada transportasi angkutan laut pada bulan Desember 2019 mengalami penurunan sebesar 11,39 persen atau turun dari 996.968 Ton pada bulan Nopember 2019 menjadi 883.401 ton pada bulan Desember 2019. Namun secara kumulatif barang yang di muat kapal laut pada periode Januari hingga Desember 2019 mengalami peningkatan sebesar 8.524.665 Ton atau mengalami peningkatan sebesar 68,94 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 yang tercatat hanya sebesar 5.045.846 Ton. Kondisi jumlah muat barang angkutan laut di Provinsi Kalimantan Utara pada Desember 2019 yang terbanyak adalah pelabuhan Pulau Bunyu dimana pada Bulan Desember 2019 jumlah muat barang sebesar 673.512 Ton atau naik sebesar 7,85 persen, sementara pada bulan November 2019 hanya sebanyak 624.494 Ton. Kondisi jumlah muat barang terbanyak kedua adalah pelabuhan Tanjung Selor, namun mengalami penurunan sebesar -45,64 persen dimana pada bulan Desember jumlah muat barang angkutan laut hanya sebanyak 193.847 Ton dibandingkan bulan November 2019 yang tercatat sebanyak 356.616 Ton. Berikutnya ada pelabuhan Malundung Tarakan, dimana kondisinya juga sama yakni mengalami penurunan pada bulan Desember sebesar -14,57 persen atau dari 13.802 Ton pada bulan November 2019 turun menjadi 11.791 Ton pada bulan Desember 2019. Kemudian ada pelabuhan Nunukan juga mengalami hal yang sama yakni adanya penurunan jumlah muat barang dimana pada bulan Desember 2019 tercatat jumlah muat barang angkutan laut sebesar 1.659 Ton turun sebesar -13,50 persen dibandingkan dengan kondisi bulan November 2019 tercatat sebanyak 1.918 Ton. Terakhir adalah pelabuhan Sungai Nyamuk, ada yang unik antara bulan November 2019 dan Desember 2019 dimana jumlah muat barang angkutan laut pada bulan November 2019 lebih sedikit yakni hanya 138 Ton saja, namun saat Desember 2019 terjadi lonjakan jumlah muat barang yang luar biasa hingga mencapai 2.593 Ton atau terjadi perubahan sebesar 1.777,62 persen. (Bid/Statistik/els)
Sumber; BPS Kaltara