Tanjung Selor, Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli di perdesaan. NTP juga menunjukan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang di konsumsi maupun untuk biaya produksi, dimana semakin tinggi NTP, secara relative semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

NTP Provinsi Kalimantan Utara Januari 2020 mengalami peningkatan sebesar 104,03 atau naik sebesar 0,52 persen dibanding NTP Desember 2019. Peningkatan NTP disebabkan oleh Indeks Harga yang diterima petani (It) naik lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib). Berdasarkan hasil pantauan harga-harga perdesaan di 4 (empat) kabupaten se-Kaliantan Utara pada Januari 2020, NTP mengalami kenaikan dari 103,50 pada bulan Desember 2019 menjadi 104,03 pada bulan Januari 2020. Artinya para petani mengalami surplus atau adanya peningkatan daya beli petani, hal ini disebabkan harga yang diterima oleh para petani mengalami kenaikkan yang lebih cepat dari pada harga yang mereka bayar terhadap tahun dasar (2018=100).

Kenaikkan NTP Januari 2020 dipengaruhi naikknya NTP di tiga sub sektor pertanian yaitu NTP sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesa 3,73 persen, Sub sektor peternakan sebesar 0,20 persen dan sub sektor perikanan sebesar 0,05 persen. Sementara, NTP pada sub sektor Tanaman Pangan mengalami penurunan sebesar 0,39 persen sementara sub sektor Holtikultura relative stabil.

Jika dilihat berdasarkan gabungan sub sektor maka NTP Desemeber 2019 sebesar 103,50 mengalami peningkatan sebesar 104,03 atau naik sebesar 0,52 persen. Kemudian untuk Indeks Harga yang diterima oleh petani (It) pada bulan Desember 2019 sebesar 106,79 mengalami kenaikkan sebesar 0,87 persen atau sebesar 107,72. Untuk Indeks Harga yang di bayar oleh petani (Ib) pada bulan Desember 2019 sebesar 103,18 mengalami kenaikkan pada bulan Januari 2020 sebesar 103, 54 atau sebesar 0,35 persen. Untuk Indeks Harga yang di bayar oleh Petani terdiri dari dua sub sektor yakni Indeks konsumsi Rumah Tangga, dimana pada bulan Desember 2019 sebesar 103,17 mengalami kenaikkan menjadi 103,64 atau naik sebesar 0,45 persen. Dan yang kedua adalah Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) dimana pada bulan Desember 2019 nilainya sebesar 102,50 dan pada Bulan Januari 2020 mengalami kenaikkan sebesar 102,64 atau mengalami kenaikkan sebesar 0,14 persen. Untuk diketahui bahwa NTP adalah perbandingan Indeks Harga yang diterima petani (It) terhadap Indeks Harga yang dibayar petani (Ib). (Bid.Statistik/els)

Sumber : BPS Kaltara