Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) pada November 2020 terjadi inflasi sebesar 0,09 persen. Sementara itu Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar -0,05 persen dan Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,68persen. Jika dilihat berdasarkan inflasi tahun kalender maka Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 1,91 persen, Kota Tarakan sebesar 1,02 persen dan Kaltara sebesar 1,91 persen. Demikian pula jika dilihat berdasarkan inflasi tahun ke tahun maka Kaltara mengalami inflasi sebesar 1,92 persen, Kota Tarakan sebesar 2,03 persen dan Kota tanjung Selor sebesar 1,51 persen. Inflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, kelompok transportasi sebesar 0,39 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,35 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,00 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen. Sedangkan deflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -1,34 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,60 persen, kelompok perumahan makanan dan minuman/restoran sebesar -0,07 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar -0,01 persen. (Bid.Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara