Tanjung Selor. Memasuki bulan Oktober 2020 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Utara mengalami kenaikan 0,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya yakni Oktober 2020 yang hanya mencapai 0,07 persen atau sama dengan 103,62. Peningkatan NTP disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).
Berikut adalah NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Utara November 2020, yang pertama adalah Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 120,38 dibadningkan Bulan Oktober sebesar 11643 atau mengalami kenaikkan sebesar 3,40 persen; Kemudian ada Nilai tukar Nelayan (NTN) naik sebesar 102,55 dibandingkan bulan Oktober 2020 sebesar 101,15 atau naik sebesar 1,39 persen; Nilai Tukar Petani (tanpa perikanan) pada bulan November 2020 sebesar 104,22 sementara Bulan Oktober 2020 sebesar 103,36 dan mengalami kenaikkan sebesar 0,83 persen; Nilai Tukar Petani (NTP) 103,62 pada Bulan November 2020 sementara di Bulan Oktober 2020 sebesar 102,77 naik sebesar 0,82 persen; Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 102,07 dan di Bulan Oktober hanya sebesar 101,25 mengalami kenaikkan sebesar 0,80 persen; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 104,41 dan Bulan Oktober 2020 sebesar 103,75 naik sebesar 0,63 persen; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 95,51 dan di Oktober 2020 sebesar 95,51 atau naik sebesar 0,37 persen; Nilai Tukar Pembudidayaan Ikan (NTPi) sebesar 101,56 pada Bulan Oktober sebesar 101,37 dan hanya naik sebesar 0,20 persen; Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Utara November 2020 sebesar 105,42 atau naik 0,84 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. (Bid.Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara