Memasuki Bulan Oktober 2020 Nilai Tukar Petani mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen dibandingkan dengan Bulan September 2020 yang hanya mencapai 0,07 persen. Kenaikan NTP per Oktober 2020 sebesar 102,77 poin sementara pada bulan sebelumnya hanya mencapai 102,65 poin. Peningkatan NTP disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). NTP per sub sektor Provinsi Kalimantan Utara Oktober 2020 yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 116,43 atau mengalami kenaikan sebesar 2,51 persen dibandingkan pada Bulan September 2020 yang hanya mencapai 113,58 ; Kemudian ada Nilai Tukar Petani tanpa Perikanan (NTP) mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen atau sebesar 103,36 dibandingkan dengan Bulan September 2020 yang hanya mencapai 102,70; Selanjutnya ada Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) juga mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen atau sebesar 103,75 sementara Bulan September 2020 hanya sebesar 103,11; Kemudian Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) juga mengalami kenaikan sebesar 100,28. Sementara di bulan September hanya sebesar 100,24;
Sementara NTP per sub sektor yang mengalami penurunan adalah Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar -0,34 persen atau sebesar 95,15 dibandingkan pada bulan September 2020 dengan nilai sebesar 95,48; Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) mengalami penurunan sebesar -0,92 persen atau sebesar 101,37 dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 102,30; Kemudian ada Nilai Tukar Nelayan Perikanan (NTNP) mengalami penurunan -1,24 persen atau sama dengan 101,25 dibandingkan bulan sebelumnya dengan nilai sebesar 102,53; dan terakhir adalah Nilai Tukar Nelayan(NTN) penurunannya sebesar -1,55 persen atau sebesar 101,15 dibandingkan Bulan September 2020 mencapai 102,74; Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. (bid.statistik/els)
Sumber :BPS Kaltara