Tanjung Selor – Senin (17/06), Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara kembali merilis neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Utara yang mengalami surplus cukup besar yaitu 73,02 juta US Dollar. Nilai ini diperoleh dari selisih antara ekspor dan impor. Dikutip dari Berita Resmi Statistik, nilai ekspor Kalimantan Utara pada April tercatat sebesar 73,38 juta US Dollar sedangkan nilai Impor sebesar 0,36 US Dollar.

Surplus neraca perdagangan Kalimantan Utara pada April mengalami peningkatan sebesar 4,77 persen dibandingkan kondisi maret yang mengalami surplus sebesar 69,70 US Dollar. Namun, meski mengalami surplus yang cukup besar, nilai ekspor pada April 2019 mengalami penurunan sebesar -5,17 persen dibandingkan nilai pada Maret yang sebesar 77,38 juta US Dollar.

Secara kumulatif, sejak Januari –  April 2019, neraca perdagangan Kalimantan Utara telah mengalami surplus sebesar 307,42 US Dollar dengan nilai ekspor pada periode ini sebesar 321,89 US Dollar dan nilai impor sebesar 14,48 US Dollar.

Jika dilihat menurut jenis barang, ekspor Kalimantan Utara masih didominasi oleh hasil tambang yang mencapai 63,90 juta US Dollar atau mencakup 87,08 persen dari total ekspor. Diurutan kedua disusul oleh hasil industry yang nilainya sebesar 7,92 juta US Dollar atau memberikan andil 10,79 persen dan sisanya sebesar 2,13 persen atau sebesar 1,56 juta US Dollar merupakan ekspor komoditi pertanian.

Jika diteliti lebih jauh, Negara tujuan ekpor komoditi Kalimantan Utara terfokus pada 8 negara. Secara berurutan proporsinya yaitu China, India, Philipina, Korea, Jepang, Malaysia, Thailand dan Afrika Selatan. Ekspor ke China pada April mencakup 24,56 persen dari total ekspor Kalmantan Utara, ekspor ke India mencakup 20,69 persen, Philipina sebesar 17,84 persen, Korea 16,92 persen, Jepang 6,94 persen, Malaysia 6,64 persen, Thailand 6,28 persen dan Afrika Selatan 0,14 persen.

Dari sisi impor, komoditi terbesar yang didatangkan pada April 2019 adalah komoditi non migas yaitu hasil pertanian sebesar 0,21 juta US Dollar, hasil industry sebesar 0,13 juta US Dollar dan hasil tambang sebesar 0,02 juta US Dollar. Nilai impor pada April ini mengalami penurunan sebesar 95,30 persen dibandingkan Maret yang nilianya sebesar 7,68 juta US Dollar.(Bid. Statistik)

Sumber : BPS Kaltara