Tanjung Selor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Kesehatan telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai upaya pencegahan baik dengan ketersediaan obat, melakukan sosialisasi tentang pentingnya seks aman, melakukan pelayanan kesehatan yang optimal dan mencegah terjadinya perlakuan diskriminatif terhadap masyarakat yakni Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Faktanya, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS, namun ada pengobatan antiretroviral yang dapat membantu mencegah resiko penularan, mengurangi resiko kematian dan mencegah perkembangan penyakit tersebut. Menurut Joint United Nations Programme On HIV/AIDS (UNAIDS) tahun 2018, Indonesia yang termasuk ke dalam wilayah Asia Pasifik dinobatkan sebagai wilayah nomor tiga dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia yaitu sekitar 5,2 juta jiwa. Sayangnya banyak rumor tersebar di kalangan masyarakat tentang penyakit AIDS ini yang belum diketahui kebenarannya. Mulai dari gejala HIV/AIDS, kelompok penderita, penularan pada HIV/AIDS, akibat penyebab HIV/AIDS itu sendiri. HIV dan AIDS jelas berbeda, HIV adalah human immunodeficiency yang dapat menyerang sisitem kekebalan tubuh pada manusia. Sedangkan AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome adalah fase terparah yang dialami oleh penderita HIV. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara bahwa jumlah kasus penderita HIV pada tahun 2017 mencapai 129 kasus dan semakin meningkat di tahun 2018 dengan jumlah penderita 155 kasus. Namun berbeda dengan kasus acquired immunodeficiency syndrome atau AIDS yang merupakan fase terparah yang dialami oleh penderita HIV, bahwa pada tahun 2017 jumlahnya mencapai 96 kasus namun pada tahun berikutnya yakni 2018 jumlah kasusnya berkurang hingga mencapai 63 kasus. Demikian pula dengan jumlah kematian pada kasus tersebut dimana pda tahun 2017 jumlah kematian akibat dari penyakit AIDS sebanyak 21 jiwa, dan pada tahun 2018 berkurang hingga mencapai 6 jiwa saja. Diharapkan setiap masyarakat dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap penyakit AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. (Bid.Statistik/els)

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara