Tanjung Selor, Tbc atau penyakit tuberkulosis merupakan penyakit yang sampai saat ini tingkat prevalensinya masih tinggi di berbagai Negara. Tbc adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dengan nama Mycobacterium tuberculosis dan merupakan Bakteri Tahan Asam (BTA+). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara bahwa tingkat keberhasilan pengobatan dalam menangani kasus BTA+ di Provinsi Kalimantan Utara ini lebih tinggi dan mencapai 66,36 orang pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 45,83 orang. Demikian juga dengan jumlah pengobatan lengkap BTA + dimana jumlah tersebut meningkat dari 71 orang pada tahun 2017 menjadi 123 orang pada tahun 2018. Tidak hanya itu jumlah kesembuhan penderita BTA+ juga meningkat dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2017 jumlah kesembuhan BTA+ hanya 204 orang dan meningkat menjadi 309 orang di tahun 2018. Kasus TB ini tidak hanya bisa tertular oleh orang dewasa, namun bisa juga terjadi bagi anak usia 0 hingga 14 tahun, namun jumlahnya semakin menurun seiring bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Pada tahun 2017 jumlah penderita TB pada usia 0 hingga 14 tahun mencapai 405 orang namun semakin berkurang di tahun 2018 mencapai 113 orang saja. Untuk jumlah seluruh kasus TB juga berkurang dari 2.796 kasus pada tahun 2017 menjadi 1.357 kasus pada tahun 2018. Demikian juga untuk Case Notification Rate (CNR) atau angka yang menunjukan pasien baru pada kasus TB dimana pada tahun 2017 angkanya mencapai 423,06 per 1.000 penduduk, dan menjadi turun sangat drastis hingga mencapai 200 per 1.000 penduduk. Namun untuk kasus baru TB BTA+ angkanya mencapai 579 kasus pada tahun 2018 lebih tinggi di bandingkan dengan kondisi pada tahun 2017 yang hanya mencapai 528 kasus. Demikian juga dengan CNR kasus baru BTA+ angkanya sedikit lebih tinggi 85 per 1.000 penduduk di bandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya yakni 2017 yang mencapai 79,89 per 1.000 penduduk, dan jumlah kematian selama pengobatan berjumlah 18 orang pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 berkurang menjadi 17 orang.

Tuberkolosis sangat mematikan apabila tidak segera dilakukan penanganan. Di Indonesia, penanganan sejak dini sudah dilakukan dengan memberikan paket imunisasi BCG pada balita. Namun demikian, belum sepenuhnya Indonesia 100% terbebas dari penyakit ini. Dengan penyebaran melalui udara, TBC dapat menyerang siapa saja. Dari organ pernafasan, penderita dapat menularkan melalui bersin, batuk, atau hembusan udara yang melalui hidung atau pun mulut. Kuman yang bertebaran di udara akan terhisap oleh orang yang ada disekitar melalui pernafasan dan masuk kedalam paru-paru, kemudian masuk ke saluran limfe paru. Dari limfe inilah menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Selain menyerang organ paru, bakteria ini dapat menyerang organ-organ tubuh yang lainnya seperti sendi, otot, tulang, saluran kencing, sistem syaraf pusat, sumsum tulang, dan sistem limfa. Tidak semua organ yang terserang menimbulkan gejala yang secara langsung dapat kita rasakan, tergantung dari bagian mana serangannya. (Bid.Statistik/els)

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara(sidaracantik.kaltaraprov.go.id)