Tanjung Selor, Pada bulan Juli 2020 Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) masih mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Hal ini dipengaruhi oleh adanya kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,62 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,57 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,20 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,04 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen. Untuk Kota Tarakan juga mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dan dipengaruhi oleh adanya kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,46 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,76 persen, kelompok Pendidikan sebesar 0,41 persen, kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,25 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,6 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, dan hanya kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar -1,46 persen.
Sementara untuk Kota Tanjung Selor mengalami deflasi sebesar -0,28 persen. Sebagian besar disebabkan oleh turunnya beberapa kelompok pengeluaran antara lain kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -2,49 persen, kelompok kesehatan sebesar -0,23 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,10 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0, 01 persen. Sedangkan deflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,01 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,21 persen dan kelompok transportasi sebesar -0,71 persen.(Bid.Statistik/els)
Sumber : BPS Kaltara