Tanjung Selor, Di usianya yang masih terbilang muda Provinsi Kalimantan Utara berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang semula dalam kategori “sedang” menjadi kategori “tinggi”. Hal ini tidak terlepas dari kualitas kesehatan, pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup penduduk Kaltara mengalami peningkatan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kaltara Eko Marsoro dalam rilisnya kamis, (2/5) mengatakan, Kaltara diusianya yang ke 6 (enam) tahun ini IPM-nya mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan terbilang tinggi dan cenderung mengalami kemajuan. Dikatakan, IPM Kaltara pada tahun 2018 mencapai 70,56 persen, angka ini meningkat sebesar 0,72 poin atau tumbuh sebesar 1,03 persen dibandingkan tahun 2017.

 “Jadi statusnya IPM Kaltara sekarang telah berubah yang tadinya sedang menjadi tinggi”ungkapnya.

Eko Marsoro menjelaskan IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia dan IPM dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Pencapaian pembangunan diukur oleh 3 (tiga) aspek esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

 “Angka IPM ini dibentuk dari tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long andhealthy life), pengetahuan (knowledge) dan standar hidup layak (desent standard of living)”jelasnya.

Lebih jauh Eko Marsoro menjelaskan, Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir yang mempresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2013 hingga 2018, Provinsi Kaltara telah berhasil meningkatkan UHH saat lahir sebesar 0,48 tahun Selama periode tersebut, secara rata-rata UHH tumbuh sebesar 0,13 persen pertahun, dan pada tahun 2013, UHH saat lahir hanya sebesar 72,02 tahun, kemudian mengalami peningkatan hingga menjadi 72,50 pada tahun 2018.

Untuk dimensi pengetahuan lanjutnya, dibentuk oleh dua indikator yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Selama periode 2013 hingga 2018 HLS secara rata-rata tumbuh sebesar 0,83 persen per tahun, artinya menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk yang bersekolah dan pada tahun 2018 HLS di Kaltara semakin tinggi yakni telah mencapai 12,82 artinya anak pada pada usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA/SMK/Sederajat. Sementara lanjutnya, untuk dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia adalah Standar Hidup Layak (SHL) yang dipresentasikan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012), dan tahun 2018 pengeluaran per kapita disesuaikan masyarakat Kaltara mencapai 8,94 juta rupiah per tahun atau bertambah 714 ribu rupiah dibandingkan tahun 2013. Dengan demikian jelasnya, pengelauran per kapita disesuaikan selama periode enam tahun terakhir ini rata-rata tumbuh sebesar 1,69 pertahun. (statistik/kominfo).