Tanjung Selor, Memasuki bulan Mei 2020 Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) kembali mengalami deflasi sebesar -0,10 persen. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,50 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,00 persen. Sementara itu Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar -0,27 persen dan Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,56 persen.
Sedangkan inflasi di Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,20 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,11 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi sebesar 0,01 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen.
Untuk kondisi deflasi yang terjadi pada bulan Mei 2020 terhadap bulan April 2020 yang dipengaruhi oleh turunnya indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,50 persen, dimana pada bulan April 2020 Indeks Harga Konsumen (IHK)-nya tercatat sebesar 103,58 sementara pada bulan Mei 2020 IHK-nya mengalami penurunan sebesar 103,06 atau tingkat inflasi bulanan nya sama dengan -0,50 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,00 persen, dimana pada bulan April 2020 tercatat IHK-nya sebesar 102,56 begitu juga di bulan Mei 2020 IHK-nya tercatat 102,56 atau tingkat inflasi bulanannya sebesar -0,00 persen. (Bid.Statistik/els)
(Sumber : BPS Kaltara)