Tanjung Selor, Status Akreditasi dari dunia Pendidikan di Provinsi Kalimantan Utara dalam dua tahun terakhir mengalami kemajuan, demikian pula dengan akreditasi Pendidikan Non Formal (PNF) ikut mengalami perubahan. Akreditasi sejatinya adalah suatu pengakuan formal yang diberikan oleh badan akreditasi nasional (BAN) terhadap kompetensi suatu lembaga atau organisasi, atau bisa dikatakan akreditasi adalah nilai sekolah atau kampus tersebut dalam beberapa kriteria yang selalu diperbaharui setiap lima tahun sekali oleh perguruan tinggi atau sekolah.

Kemajuan yang terjadi terhadap beberapa Sekolah/Madrasah (S/M) di Kaltara dalam dua tahun terakhir telah mendapat pengakuan dari BAN. Hal ini bisa dilihat dari data Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, bahwa jika pada tahun 2017 matrik skor nilai dalam akreditasi S/M seperti Sekolah Dasar (SD) dengan akreditasi A sebesar 9,1 persen kemudian akreditasi B sebesar 12,7 persen, untuk akreditasi C sebesar 15,9 persen sementara yang belum mendapat pengakuan akreditasi dari BAN sebesar 43,2 persen.  Maka pada tahun 2018 terlihat mengalami kemajuan, seperti SD yang terakreditasi A meningkat menjadi 11,3 persen, untuk akredistasi B mengalami peningkatan yang sangat signifikan yakni mencapai 43,9 persen, demikian pula dengan akreditasi C ikut meningkat tajam menjadi 28,1 persen, sementara yang belum mendapat penilaian  akreditasi jumlahnya makin menurunan yakni sebesar 16,7 persen.

Untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP), jika pada tahun 2017 yang terakreditasi A mencapai 17,9 persen, sementara akreditasi B dengan nilai skor sebesar 19,5 persen, dan akreditasi C mencapai 16,9 persen, sementara yang belum terakreditasi sebesar 45,6 persen. Maka skor akreditasi pada tahun 2018 juga ikut mengalami peningkatan. Untuk SMP dengan akreditasi A naik menjadi 20,6 persen, sementara akreditasi B juga ikut naik dan mencapai 27,6 persen, demikian pula dengan akreditasi C ikut naik dengan nilai skor 30,0 persen dan yang belum mendapat penilaian dari BAN telah menurun sebesar 21,8 persen.

Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2017 yang terakreditasi A mencapai 38,1 persen, dan yang terakreditasi B mencapai 12,7 persen, sementara dengan akreditasi C dengan nilai 15,9 persen, dan yang belum terakreditasi sebesar 33,3 persen. Maka pada tahun 2018 sekolah SMA yang akreditasi A mengalami peningkatan sebesar 40,7 persen, dan yang terakreditasi B sebesar 15,3 persen, sementara Akreditasi C sebesar 18,6 persen, dan yang belum mendapat pengakuan dari BAN sebesar 26,4 persen. Demikian juga pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jika pada tahun 2017 yang terakreditasi A mencapai 14,4 persen, terakreditasi B mencapai 12,8 persen, sementara akreditasi C hanya 5,0 persen, dan ternyata yang belum mendapat pengakuan dari BAN sangat tinggi sekali yakni mencapai 67,8 persen. Maka pada tahun 2018 juga ikut mengalami peningkatan, yang terakreditasi A naik menjadi 28,6 persen, akreditasi B mencapai 25, 0 persen, akreditasi C naik menjadi 8,3 persen dan yang belum terakreditasi menjadi turun sampai ke level 38,1 persen. Poin matriks skor nilai akreditasi dari BAN terhadap dunia pendidikan Kaltara terdiri dari kurikulum dari setiap program pendidikan, kemudian jumlah tenaga pendidik, selanjutnya keadaan murid, koordinasi pelaksanaan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan dan kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga dari sekolah.(Bid. statistik)

(Sumber : Dinas Pendidikan Prov. Kaltara)