Tanjung Selor, Tahun 2020 Kota Tanjung Selor sudah masuk dalam penghitungan Indeks Harga konsumen (IHK) sehingga beberapa komoditas utama penyumbang inflasi dan deflasi dapat terpantau tidak hanya pada Kota Tarakan, akan tetapi kota Tanjung Selor juga sudah dapat terlihat. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komoditas utama penyumbang inflasi dan deflasi di Provinsi Kalimantan Utara, maka berikut ada 10 jenis komoditas utama yang berhasil dipantau berdasarkan IHK. Untuk komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara terdapat 5 jenis barang dan jasa di bulan Januari 2020. Komoditas tersebut adalah bayam di urutan pertama sebesar 0,1020 persen, sementara sumbangan inflasi pada Kota Tarakan sebesar 0,1229 dengan jenis barang dan jasa yang sama yakni bayam. Tanjung Selor inflasi terjadi pada jenis barang dan jasa tukang bukan mandor sebesar 0,1535. Jenis barang dan jasa penyumbang inflasi kedua di Provinsi Kaltara adalah kangkung sebesar 0,0706 persen, dan Kota Tarakan juga dengan jenis barang dan jasa yang sama yakni kangkung sebesar 0,0902, sementara Kota Tanjung Selor ada rokok kretek filter sebesar 0,1231. Kaltara berikutnya ada rokok putih sebesar 0,0610 persen dan Kota Tarakan juga inflasi pada rokok putih sebesar 0,0650, sementara untuk Tanjung Selor ada bawang merah sebesar 0,1010. Sumbangan inflasi Kaltara selanjutnya adalah bawang merah sebesar 0,0578 persen, sementara Kota Tarakan ada kacang Panjang sebesar 0,0567, Tanjung Selor ada emas perhiasan dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0915. Kemudian inflasi Kaltara kelima ada kacang panjang sebesar 0,0454 persen, Kota Tarakan ada bawang merah sebesar 0,0470, Tanjung Selor ada telur ayam ras sebesar 0,0898.

Selanjutnya 5 komoditas utama untuk jenis barang dan jasa penyumbang deflasi tertinggi pada Provinsi Kalimantan Utara adalah angkutan udara sebesar -0,4885 persen, Tarakan juga sama yakni deflasi pada angkutan udara sebesar -0,5690, sementara untuk Tanjung Selor ada daging ayam ras sebesar -0,2759. Deflasi ke dua di Kaltara ada daging ayam ras sebesar-0,0677 persen, sementara Kota Tarakan ada wortel sebesar -0,0451, Tanjung Selor ada angkutan udara sebesar -0,1669. Yang ketiga di Kaltara deflasi ada pada wortel sebesar -0,0347 persen dan Tarakan ada cabai rawit sebesar -0,0434, Tanjung Selor ada beras -0,0846. Sumbangan deflasi Kaltara selanjutnya ada tomat sebesar -0,0315 persen dan Tarakan ada Tomat juga sebesar -0,0375, Tanjung Selor ada kayu balok -0,0552. Sumbangan deflasi Kaltara terakhir adalah bensin sebesar -0,0207 persen, sementara Tarakan juga sama yakni bensin sebesar -0,0258, sementara Tanjung Selor ada Kulkas/lemari es sebesar -0,0369.(Bid/Statistik/els)

Sumber; BPS Kaltara